Pada zaman yang telah modern ini, menurut saya Indonesia masih belum mampu membawa sistem informasi kependudukan nasional pada taraf internasional, atau kurang dari standar. Karena Informasi sangatlah dibutuhkan dalam pemerintahan untuk saling berkoordinasi, contohnya satu departemen ke departemen lain. Masih banyak cara yang dilakukan secara manual, contohnya mengirim dokumen melalui pos.
Pada kasus lain, contohnya pada E-KTP, banyak kesalahan yang terjadi seperti nomor induk kependudukan yang tidak sesuai dengan KTP lama. Hal ini menyebabkan kesalahan yang amat fatal, karena nomor induk yang tidak sesuai, maka bisa jadi seorang penduduk memiliki dua nomor induk kependudukan.
Namun menurut Blue Books ICT Indonesia , terrnyata Sumber Daya Manusia yang bergerak di bidang Information Technology (SDM IT) tidak mudah diperoleh. Bahkan di negara yang terdepan dalam industri IT, yakni Amerika Serikat (di Silicon Valey dan pusat industri IT lainnya), masih kekurangan SDM IT. Salah satu cara mereka untuk mengatasinya adalah dengan mengimpor SDM IT dari luar negeri, khususnya India dan China. Cara lain yang dilakukan adalah dengan outsource pekerjaan ke luar negeri. Jika Indonesia menargetkan tambahan devisa sebesar $8 miliar/tahun dalam industri IT, dan produktifitas seorang pekerja diasumsikan sebesar $25.000, maka jumlah pekerja yang dibutuhkan adalah 8 milyar/25 ribu, yakni 320.000.
Perlu kerja keras untuk mencapai jumlah tersebut. Jika Indonesia tidak mempersiapkan pemenuhan kebutuhan SDM IT, maka bukan tidak mungkin Indonesia hanya akan menjadi pengimpor atau konsumen IT. Dan bukan pemasukan devisa negara sebesar $8,2 miliar/tahun yang diperoleh, tapi pengeluaran sebesar itu untuk memenuhi kebutuhan IT di dalam negeri. Oleh karena itu penting bagi Indonesia untuk merencanakan dan mempersiapkan pemenuhan kebutuhan SDM IT. Dalam hal ini perlu dukungan dari berbagai pihak antara lain, pemerintah, universitas-universitas, lembaga-lembaga non-formal penghasil SDM IT dan semua lapisan masyarakat pengguna IT.
Dengan begitu Pengembangan SDM IT diarahkan untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan industri ICT Indonesia. Kebutuhan industri akan SDM dapat diklasifikasikan menurut rentang waktu, yaitu:
· Kebutuhan jangka pendek (immediate needs). Kebutuhan ini adalah kebutuhan segera saat ini untuk mengisi kekosongan tenaga ahli bersertifikasi.
· Kebutuhan jangka menengah, (misalnya profesi) bersertifikasi profesional
· Kebutuhan jangka panjang. Kebutuhan ini adalah kebutuhan untuk membangun fundamen agar industri ICT Indonesia bisa kerkelanjutan.
Harapan-harapan yang dapat di hasilkan, berupa:
· Pendefinisian dan pembakuan kompetensi dari tenaga trampil dan tenaga ahli, beserta jumlah yang dibutuhkan per tahun.
· Perancangan proses pelatihan, yang terdiri dari pembuatan program pelatihan, kurikulum, uji kompetensi, sumber daya, kualifikasi pengajar, persyaratan lembaga pelaksana, proses serta proses rekrutment peserta.
· Penyiapan dan penetapan lembaga-lembaga pelaksana.
· Pelaksanaan proses pelatihan dan sertifikasi.
· Penempatan pada pasar tenaga kerja IT.


