Jumat, 29 Agustus 2014

Analisa terhadap Sistem Informasi Kependudukan Nasional

     Pada zaman yang telah modern ini, menurut saya Indonesia masih belum mampu membawa sistem informasi kependudukan nasional pada taraf internasional, atau kurang dari standar. Karena Informasi sangatlah dibutuhkan dalam pemerintahan untuk saling berkoordinasi, contohnya satu departemen ke departemen lain. Masih banyak cara yang dilakukan secara manual, contohnya mengirim dokumen melalui pos. 

    Pada kasus lain, contohnya pada E-KTP, banyak kesalahan yang terjadi seperti nomor induk kependudukan yang tidak sesuai dengan KTP lama. Hal ini menyebabkan kesalahan yang amat fatal, karena nomor induk yang tidak sesuai, maka bisa jadi seorang penduduk memiliki dua nomor induk kependudukan.

        Namun menurut Blue Books ICT Indonesia , terrnyata Sumber Daya Manusia yang bergerak di bidang Information Technology (SDM IT) tidak mudah diperoleh. Bahkan di negara yang terdepan dalam industri IT, yakni Amerika Serikat (di Silicon Valey dan pusat industri IT lainnya), masih kekurangan SDM IT. Salah satu cara mereka untuk mengatasinya adalah dengan mengimpor SDM IT dari luar negeri, khususnya India dan China. Cara lain yang dilakukan adalah dengan outsource pekerjaan ke luar negeri. Jika Indonesia menargetkan tambahan devisa sebesar $8 miliar/tahun dalam industri IT, dan produktifitas seorang pekerja diasumsikan sebesar $25.000, maka jumlah pekerja yang dibutuhkan adalah 8 milyar/25 ribu, yakni 320.000. 

       Perlu kerja keras untuk mencapai jumlah tersebut. Jika Indonesia tidak mempersiapkan pemenuhan kebutuhan SDM IT, maka bukan tidak mungkin Indonesia hanya akan menjadi pengimpor atau konsumen IT. Dan bukan pemasukan devisa negara sebesar $8,2 miliar/tahun yang diperoleh, tapi pengeluaran sebesar itu untuk memenuhi kebutuhan IT di dalam negeri. Oleh karena itu penting bagi Indonesia untuk merencanakan dan mempersiapkan pemenuhan kebutuhan SDM IT. Dalam hal ini perlu dukungan dari berbagai pihak antara lain, pemerintah, universitas-universitas, lembaga-lembaga non-formal penghasil SDM IT dan semua lapisan masyarakat pengguna IT.

Dengan begitu Pengembangan SDM IT diarahkan untuk menjawab kebutuhan pertumbuhan industri ICT Indonesia. Kebutuhan industri akan SDM dapat diklasifikasikan menurut rentang waktu, yaitu:

· Kebutuhan jangka pendek (immediate needs). Kebutuhan ini adalah kebutuhan segera saat ini untuk  mengisi kekosongan tenaga ahli bersertifikasi.
· Kebutuhan jangka menengah, (misalnya profesi) bersertifikasi profesional
· Kebutuhan jangka panjang. Kebutuhan ini adalah kebutuhan untuk membangun fundamen agar industri ICT Indonesia bisa kerkelanjutan.

Harapan-harapan yang dapat di hasilkan, berupa:
· Pendefinisian dan pembakuan kompetensi dari tenaga trampil dan tenaga ahli, beserta jumlah yang dibutuhkan per tahun.
· Perancangan proses pelatihan, yang terdiri dari pembuatan program pelatihan, kurikulum, uji kompetensi, sumber daya, kualifikasi pengajar, persyaratan lembaga pelaksana, proses serta proses rekrutment peserta.
· Penyiapan dan penetapan lembaga-lembaga pelaksana.
· Pelaksanaan proses pelatihan dan sertifikasi.
· Penempatan pada pasar tenaga kerja IT.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Perkembangan IT di Masa yang Akan Datang (Future)

Masih ingatkah anda dengan bentuk telepon jaman dahulu. ?? mungkin banyak diantara anda semua yang lupa bagaimana bentuk alat komunikasi tersebut pada jaman dimana masih belum munculnya handphone atau bahkan smartphone, dan ini merupakan bukti bahwa perkembangan teknologi pada masa sekarang ini sudah sangat maju sekali dibandingkan pada jaman-jaman sebelumnya.


Lalu akan seperti apakah nanti di masa depan? Mungkin kita tidak akan lagi mengenal yang namanya keyboard. Jika anda ingin menulis blog, anda hanya akan bercuap - cuap di depan komputer dan kata - kata anda yang tadi anda keluarkan akan di proses menjadi tulisan. Lalu bagaimana dengan akses internet? mungkin dengan hadirnya Wi Max akan menghilangkan Wi Fi di cafe - cafe dan Warung Internet akan banyak yang gulung tikar. Tetapi pemerintah kita ini pintar, teknologi baru seperti itu tidak akan di aplikasikan di Indonesia karena kebutuhan rakyat dan yang melek internet di Indonesia masih dibawah negara lain. Lihat saja negara maju yang sudah memiliki akses internet lebih cepat dari negara kita. Kenapa pemerintah seperti itu? Disamping kebutuhan rakyat yang masih belum banyak yang butuh internet, pemerintah masih menunggu dana "break event point" dari pembuatan infrastruktur jaringan internet di Indonesia. Apakah anda kira membuar BTS itu murah? Membuat VSAT itu gampang? membuat akses kabel fiber optic itu sederhana? Tidak, pemerintah kita yang agak susah dipercaya ini masih menunggu balik modal atau yang tadi saya sebutkan "break event point" dari pembangunan infrastruktur di negara kita ini. Ya, semuanya tentang uang.

Sepertinya di masa depan segala sesuatunya dijalankan secara komputerisasi. Mungkin nantinya tidak ada kartu identitas seperti KTP, SIM dan lain-lain. Nanti kartu identitas diganti dengan adanya chip yang ditaruh di telapak tangan. chip tersebut berfungsi sebagai tanda pengenal seseorang. Data-data kependudukan, izin untuk mengemudi, dan lain-lain.

Dan pada intinya, IT memang sangat berperan penting sebagai penopang perkembangan teknologi di dunia. Semuanya sekarang serba komputerisasi dan digitalisasi. Untuk masa depan, semoga saja IT dapat membuat kehidupan kita lebih baik dari hari kemarin. Mungkin pada masa mendatang setiap anak akan mempunyai dunia virtualnya sendiri seperti sekarang remaja mempunyai blackberry. Mungkin pada masa mendatang, manusia akan dengan mudah berpindah tempat menggunakan suatu portal teleportasi dan tidak lagi memerlukan pesawat udara. Mungkin pada masa mendatang berkat kehadiran IT pada teknologi kesehatan, penyakit kanker dapat disembuhkan dengan mudah seperti anda mengobati sakit kepala pada saati ini. Mungkin pada masa mendatang, pada akhir lebaran cucu - cucu kita ada yang pulang kampung ke Mars, ke Jupiter atau ke Pluto menggunakan pesawat ruang angkasa. Boleh jadi anda menertawakan saya karena menulis hal tersebut. Tapi siapa sangka? Einstein pun dianggap orang idiot saat dia memaparkan ide - ide briliannya kehadapan publik pada masa lampau dan sekarang berkat kecerdasannya kita dapat menikmati hidup seperti ini. Bersyukurlah karena kita hidup di jaman serba modern, serba canggih dan semua itu tercipta berkat kehadiran dan perkembangan IT di dunia ini.

Jumat, 15 Agustus 2014

Kejadian Fraud IT dalam 1 Tahun Terakhir

Pada 1 tahun terakhir ini banyak terjadi kecurangan yang dilakukan oleh banyak provider pulsa yang ada di Indonesia. Ada salah satu provider yang mempromosikan produknya secara besar-besaran dan mereka mengiming-imingi masyarakat bahwa dengan menggunakan produk mereka telepon ke semua operator hanya Rp.0,1/detik. Tetapi setelah membeli produk itu ternyata tidak sesuai dengan apa yang mereka janjikan, kebanyakan dari produk2 itu hanya omong belaka. Janji mereka sangat tidak sesuai dengan kenyataannya.

Bahkan masyarakat merasa dirugikan, karena mereka yakin dengan menggunakan produk pulsa ini tidak akan memakan biaya yang mahal, tetapi baru beberapa menit sudah memakan biaya yang sangat mahal.Tetapi memang begitulah yang terjadi, bayangkan jika tarif harga telepon ke semua operator hanya Rp.0,1/detik maka akan terjadi kebangkrutan bagi provider tersebut. 

Seharusnya mereka tidak mempromosikan produknya dengan cara menipu masyarakat. Mungkin jika tarif lebih murah sedikit dari tarif telepon normal & seringnya provider memberikan Bonus pulsa/sms, maka bukan tidak mungkin masyarakat akan menggunakan jasa kartu prabayar tersebut. Dan ikuti dengan program Bonus yang berganti - ganti beberapa bulan sekali. Agar tidak ada yang di rugikan baik pihak provider atau konsumer itu sendiri.

Jumat, 08 Agustus 2014

GO DATA ?

Kampanye? Turun kejalanan sambil berteriak-teriak? Bukan itu yang pasti. Kampanye tidak hanya dengan berunjuk aksi di jalanan. Sekarang ada istilah keren GO DATA yang artinya Kampanye kepedulian terhadap data. Apasi data? Tapi apakah kita tau definisi dari data? Menurut Om Wiki, Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin  yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. 

Nah pengertian data sendiri ialah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.


Oke, langsung aja ke GO DATA. Lagi-lagi kita bertanya, apasi GO Data itu? Go Data adalah gerakan kepedulian terhadap data, dimana gerakan ini guna menghimbau dan mengingatkan agar masyarakat selalu terjaga terhadap data-data mereka terutama data pribadi. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu penyalahgunaan data pada gambar.

Data-data yang disalah gunakan ada banyak selain gambar, bisa video, musik, file-file dokumen, bahkan akun social media pun termasuk. Jadi, hati-hati lah kepada data pribadi anda. Tidak mau kan data-data anda dicuri, di edit tanpa adanya izin buat bahan lelucon. Cintai data karena data adalah sesuatu yang berharga jangan merusak moral bangsa dengan data-data yang membawa efek buruk, pedulilah terhadap data kita sendiri atau orang lain, jangan biarkan data pembawa efek negatif semakin menumpuk dan semakin menggerogoti hati bangsa Indonesia tercinta ini. Hapus data tidak bermanfaat dan olah dengan baik dan benar.

Dan ada baik nya jika anda penggemar menyimpan data yang menggunakan jaringan internet alias could storage, simpan lah di tempat yang di percaya ke amananya seperti Google Drive, MediaFire, Rapidshare, Dropbox, dll.

Mulailah menjaga data anda sebaik mungkin, dan sampaikan juga ke teman-teman anda tentang Go Data ini. Karena data juga termasuk ke dalam bagian pribadi kita. Terima Kasih.

Hal- Hal untuk Memperbaiki Sistem Informasi Nasional dengan Dana 1 Triliyun

Ya, kali ini saya akan membahas hal-hal apa saja yang mesti di lakukan jika kita diberi dana 1 Triliyun oleh negara untuk memperbaiki Sistem Informasi Nasional (SISFONAS). Memang dana tersebut sangat lah besar jika kita habiskan hanya untuk berfoya-foya, tapi kalo untuk negara ini dengan dana tersebut sangat lah pas-pas an, karena banyak yang harus kita benahi dan memperbaiki Sistem Informasi Nasional baik yang sudah di rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau menambahkan sistem baru ke dalam Sistem Informasi Nasional.

                           

Mungkin yang pertama kita lakukan ialah memperbaiki Sistem Informasi Nasional. Yaa, sudah banyak yang dicanangkan Pemerintah dalam Sistem Informasi Nasional, namun kebanyakan tidak ada yang berjalan mulus alias banyak yang gagal atau di curangi. Contohnya: E-KTP, Pemilu, E-Government, dll. E-KTP ialah Electronic Kartu Tanda Penduduk, dengan adanya sistem ini anggaran Pemerintah dalam membuat KTP sedikit menghemat biaya, dan lebih memudahkan pemerintah dalam mendata masyarakatnya. Nah, E-KTP dan Pemilu pun saling berhubungan. Karena dengan adanya E-KTP tidak adanya lagi tindak kecurangan dalam Pemilu. Karena, data-data masyarakat sudah tersimpan dalam server Nasional. Sehingga tidak dapat lagi memalsukan data diri saat ingin memilih kembali di TPS yang berbeda. Dan E-Government pun tidak jauh beda dengan E-KTP dan Pemilu. Dengan dana yang terbatas, Pemerintah memaksakan untuk menghubungkan  Sistem Informasi di seluruh Indonesia menjadi satu. Hal yang mesti dilakukan untuk mengatasi kegagalan E-Government ialah dengan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dan pemerintah daerah otonom dengan mengoptimasikan pemanfaatan teknologi informasi.

Setelah sistem lama yang telah di rusak sudah di perbaiki, kini saatnya kita menambahkan sistem baru ke dalam Sistem Informasi Nasional. Program-program yang harus di buat :

1. Membangun sarana pendidikan semacam pusat pembelajaran IT untuk meningkatkan pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat luas mengenai hal-hal yang berkenaan tentang begitu banyaknya manfaat yang akan kita peroleh dari pengaplikasian teknologi informasi. Sehingga, masyarakat akan memahami dan menjadikan teknologi informasi menjadi salah satu bagian dari unsur kehidupan yang penting dalam segala kegiatan yang benar memerlukan hal tersebut.

2. Menyadarkan masyarakat luas tentang perlunya teknologi informasi untuk membantu meringankan segala kegiatan yang dilakukan dengan menggalakan pemakaian teknologi informasi secara meluas sekaligus, untuk mengejar ketertinggalan dengan Negara-Negara maju lainnya.

3. Mendirikan pusat teknologi informasi dengan setiap jaringannya di tiap daerah yang di dalamnya terdapat Lab komputer yang terkoneksi dengan Internet (atau semacam perpustakaan digital) sebagai pusat informasi dan pengetahuan bagi masyarakat luas dan dari segi sumber daya manusianya, masyarakat yang paham akan IT dapat dipekerjakan untuk mengelola hal tersebut pada setiap daerahnya masing-masing serta, berlomba-lomba mengembangkan kemampuan ITnya untuk terus berkarya dan menghasilkan hal-hal baru dengan begitu, secara tidak langsung memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat dan manfaat bagi semua.

Harapan yang ada pada sistem yang baru adalah sebagai berikut :
- Kinerja : bagaimana kinerja system yang baru bekerja, apakah kinerjanya lebih baik atau tidak.
- Kualitas informasi yang disajikan : kualitas yang disajikan dalam sistem yang baru harus lebih baik daripada sistem yang lama.
- Keuntungan : dalah hal ini maksudnya adalah dalam pengembangan system apakah ada penurunan biaya atau tidak.
- Kontrol : bagaimana pengendalian yang dapat dilakukan dengan system yang baru,apakah sudah sesuai atau tidak.
- Efisiensi : didalam suatu sistem yang baru diharapkan efisiensi yang bisa menghemat waktu dan lebih cepat.
- Pelayanan : system yang baru diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik dibandingkan dengan system yang lama.

Ulasan Tentang Sistem Informasi Nasional

Apasi Sistem Informasi Nasional? Tentang apa saja Sistem Infomasi Nasional?. Nah, kalian pasti bertanya-tanya kan. Sistem Informasi Nasional atau yang bisa disingkat ( SISFONAS ) adalah suatu inisiatif yang dilakukan dalam rangka mengembangkan infrastruktur sistem informasi pemerintah secara terpadu dan mengintegrasikannya dalam suatu kesatuan yang utuh dalam rangkan mendukung pencapaian Good Governance.

Di Indonesia pada saat ini telah cukup baik menerapkan sistem informasi untuk segala macam keperluannya. Pengembangan teknologipun menjadi satu hal yang penting di dalam penerapan sistem informasi nasional yang maksimal. Oleh karena itu, kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada sistem informasi itu sendiri. Selain daripada itu, teknologipun menjadi pendamping pergerakan kemajuan suatu bangsa. Sedangkan di Indonesia sendiri masih dalam tahap pengembangan dan pemerataan penggunaan dari kecanggihan teknologi informasi jadi, sistem informasi nasional akan maksimal berkembang apabila teknologi informasi telah mengalami pemerataan penggunaan di kalangan masyarakat Indonesia.

Walaupun sekarang ini Indonesia sudah mengalami beberapa kemajuan dalam Sistem Informasi Nasionalnya, Misalkan contohnya seperti sistem E-KTP yang sekarang sudah diterapkan diberbagai wilayah maupun daerah di Indonesia agar tidak terjadi penduplikatan KTP oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab dalam penggunaan KTP tersebut. Dan Masalah kesimpangsiuran E-KTP, soal larangan fotokopi, kualitas chip diragukan, pengerjaan yang tidak rampung-rampung, dan sebagainya. Masyarakat merasakan dampaknya. Bingung, resah, kesal, dll. Proyek E-KTP berkesan acak adul.

Selain itu, sistem informasi nasional saat ini telah mengalami peningkatan dalam berbagai hal seperti misalnya sistem informasi perhotelan, sistem informasi penjualan, dan lain-lain. Perkembangan didukung oleh perkembangan teknologi terutama internet. Internet merupakan media yang efisien dan praktis dibanding media lain seperti koran. Karena di internet seseorang dengan mudah mencari, merubah dan menambahkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Artinya sistem informasi tidak hanya membawa dampak positif tapi juga membawa dampak negatif yang akhirnya disalah gunakan oleh beberapa pihak untuk melakukan kejahatan melalui media internet.


Dari kesimpulan di atas betapa pentingnya SISFONAS, baik untuk negara atau masyarakat nya sendiri. Tetapi masih banyak pihak-pihak yang mencurangi atau melakukan tindak kejahatan. Sehingga tetap diperlukannya keamanan, agar tidak terulang lagi hal-hal yang tidak dinginkan. Sehingga negara ini terus maju dan berkembang ditambah dengan adanya SISFONAS ini sendiri.